Gangguan Kecemasan: Coping Mechanism, Tips untuk Atasi Stres

Mengenal Coping Mechanism?

 Coping Mechanism merupakan strategi yang digunakan seseorang ketika dihadapkan pada emosi yang membuatnya tidak nyaman, seperti stres dan kecemasan. Setiap orang pasti mempunyai mekanisme coping  yang berbeda-beda. 

Meskipun mekanisme coping dimaksudkan untuk mengurangi dampak negatif stres, sayangnya banyak orang yang menggunakan cara-cara yang tidak sehat sebagai  mekanisme coping 

Mekanisme koping atau coping mechanism adalah cara atau taktik seseorang dalam menghadapi situasi yang membuatnya merasa stres atau tertekan. Setiap manusia pasti menyadari bahwa pasti akan memiliki coping mechanism yang muncul ketika terjadi peristiwa yang membuatnya merasa stres.

Tujuan mekanisme koping sendiri juga dapat membantu seseorang mengatur emosi yang muncul akibat stress, misalnya rasa kesepian, marah, sedih, cemas, hingga depresi. Dengan adanya coping mechanism, perasaan tidak nyaman tersebut dapat segera mereda,  serta keseimbangan emosional dapat tetap terjaga, dan membantu seseorang untuk belajar beradaptasi dengan setiap perubahan yang terjadi dalam hidup.

Jenis-Jenis Coping Mechanism

Coping Mechanism Sehat:
Coping mechanism yang sehat adalah usaha seseorang untuk menenangkan hati dan pikirannya sementara waktu dengan melakukan kegiatan yang positif. Berikut contoh coping mechanism yang sehat adalah :

 
1.Olahraga

2.Merawat diri

3.Membersihkan rumah.

4.Berkebun.

5.Memasak 

6.Journaling.

7.Bermain dengan hewan peliharaan.

8.Melakukan hobi

Coping Mechanism yang Tidak Sehat:
Berikut contoh coping mechanism yang tidak sehat adalah sebagai berikut:

 
1.Makan secara berlebihan (stress eating).

2.Melukai diri sendiri (self-harm).

3.Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.

4.Mengonsumsi obat-obatan terlarang atau penyalahgunaan NAPZA.

5. Terlalu banyak tidur.

6. Menutup diri dari orang lain.

7.Belanja secara impulsif (impulsive buying).

Tips Melatih Coping Mechanism:

1.Belajar menerima kelebihan dan kekurangan diri sendiri serta orang lain.

2.Menanamkan pikiran yang positif, misalnya dengan melakukan positive self-talk.

3.Berusaha berpikir jernih dalam menghadapi berbagai masalah.

4.Belajar dari pengalaman, dengan menjadikan kesalahan atau kegagalan yang pernah dilakukan sebagai bahan evaluasi diri untuk menjadi lebih baik lagi di kemudian hari.

5.Menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.

6.Mencari bantuan dari orang lain untuk memecahkan masalah tertentu.

7.Melakukan konseling dengan psikolog atau psikiater.

8.Berani dalam memutuskan hubungan dengan seseorang atau sesuatu yang dianggap toksik dan dapat memicu stres.


Sumber: https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-coping-mechanism#mcetoc_1hcehda1o5p

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Labil? lagi butuh motivasi?